Login

or


Email
Password

Mylife

JOURNALING TO HELP ANXIETY & STRESS RELIEF

10 Januari 2019

Setiap orang pasti pernah ngalamin stres, berat ataupun ringan dan berapapun umurnya. Ada banyak metode atau cara untuk meringankan stress. But did you know, kalo menulis jurnal adalah yang paling direkomendasikan oleh para ahli untuk meringankan stres dan anxiety (rasa gelisah).

 

Menulis jurnal adalah aktivitas paling simple dan juga enjoyable, karena di saat menulis jurnal kita mencurahkan apa yang ada di pikiran kita. Lalu apa bedanya dengan menulis di blog (melalui komputer atau laptop)? Sebagian orang yang sudah melakukan journaling bilang, sebenarnya sensasi pada saat menulis di atas kertas itulah yang bikin mereka tenang. Guratan pena di atas kertas bikin mereka terlepas dari bunyi ketikan keyboard, yang mana identik dengan pekerjaan atau rutinitas sehari-hari.

Kayaknya seru ya, mau coba menulis jurnal? Sebelumnya coba perhatikan dulu point di bawah ya.

 

BAGAIMANA CARA UNTUK MEMULAI MENULIS JURNAL

Awal menulis pasti kita bingung mau menulis apa. Sebelumnya, coba cari dulu buku jurnal dan pen yang enak buat kita nulis, selanjutnya sediakan waktu sekitar 5-30 menit untuk sendirian (percaya deh awal-awal nulis itu kita butuh waktu buat bengong dulu, jadi gak apa-apa kalo waktunya lama, jangan merasa terbeban). Kemudian, tulis apa aja yang ada di dalam pikiran kamu, terutama hal yang mengganggu kita.

  1. Tulis apa yang jadi concern kita. Kalo masih sulit menulit dalam kalimat, tulis per point juga gak apa-apa kok. BEBAS!
  2. Jelaskan secara detail apa yang sedang terjadi. Deskripsikan kejadian apa yang nyebabin kita jadi ngerasa kesusahan. Satu hal yang perlu digaris bawahin, yang bikin kita gelisah kadang sebenarnya bukan kejadiannya, tapi kekuatiran kita sama gimana nanti di masa depan. Akibat apa yang bakal ditimbulin, what could happen from here.
  3. Kalo point kedua benar itu yang kita rasain, tulis kemungkinan yang bakal terjadi yang menurut pikiran kita. Tulis apa concern dan ketakutan kita. Kalo perlu tulis secara kronologis. Mulailah dengan menulis pemicu stres kamu sekarang dan apa yang (mungkin) kejadian di masa depan. Terus, tulis apa yang kita takutin setelah itu. Misalnya; berantem besar sama kakak, papa mama akhirnya tahu, ada kemungkinan lebih baik pisah sementara supaya aku dan kakak lebih “cooling down”.
  4. Tulis gimana hal ini akan berdampak kepada kita.

 

MENULIS JURNAL SUPAYA KITA BISA BERPIKIR LEBIH JERNIH DENGAN MASALAH YANG KITA HADAPI (BUKAN LARI DARI MASALAH TERSEBUT)

Menulis hal yang kita takutkan akan bantu meringankan ‘beban’ di kepala dan melihat dari sudut pandang yang berbeda. Kalo point-point di atas sudah kita lakukan, coba dibaca ulang dan dipikirkan kembali apa yang udah kita tulis.

  1. Apakah dari kejadian yang kita alami kita bisa meng-explore opsi / solusi lain? Bisakah keadaannya berbeda dari yang sekarang. Apa yang bisa kita lakukan untuk mengubah hal tersebut.
  2. Cobalah untuk berbicara dan berdiskusi dengan diri kita sendiri, based on apa yang kita tulis. Tulis semua pertanyaan dan jawaban dari pikiran kita sendiri. Tanya: “apakah yakin ini hasil yang kita mau?”, “kalo ketakutan kita terjadi, opsi lain apa yang bisa aku lakukan selain ini”, “apakah ada dampak lain yang lebih ringan daripada yang udah aku pikirkan?”, dll.
  3. Untuk setiap masalah yang kita tulis di jurnal, coba pikirkan at least satu jalan yang bisa berbeda dari yang udah kita tulis.
  4. Menulis dan memeriksa tulisan jurnal kita akan bantu mengubah kebiasaan stres yang selama ini kita hadapin.

 

 

BUKAN CUMA UNTUK DITULIS, TAPI JURNAL JUGA JADI CARA UNTUK KITA MENGAMBIL KEPUTUSAN DAN AKSINYA

Ketika menulis jurnal, rencanakan hal terburuknya (worst case scenario) dan harapan kita untuk hasil yang lebih baik.

  1. Coba lihat apa sih hal yang paling buruk terjadi dan tantangan terbesarnya. Dan apa kelebihan (kekuatan) kita untuk mengatasinya. Dengan gini bisa jadi kita malah nemuin kelebihan kita yang baru yang selama ini gak kita tahu.
  2. Asumsikan hal terburuk kita benar terjadi, apa yang bakal terjadi sama kita? Gak perlu ditulis detail tapi seenggaknya tulis aja dulu apa plan kita. Ini bakal ngalihin rasa takut kita ke hal lain yang lebih positif.
  3. Tentukan setidaknya satu aksi yang bisa kita lakukan sekarang. Hal yang bisa bikin kita lebih berkembang dan nyiapin buat ngadepin hal yang kita takutkan terjadi.

 

And, you are ready for journaling!

Ingat ya, satu issue mungkin butuh bantuan lebih dari sekedar menulis jurnal. Penting untuk kita minta bantuan bila kita membutuhkannya. Entah itu berbicara dengan teman terdekat, atau bantuan profesional. Apapun hal yang bikin kita stres dan depresi, jangan disimpan sendirian ya.


Foto: Shutterstock   

Related Articles

Cara mengatasi writer block

02 September 2016

Ketemu sama keadaan dimana kita bingung mau nulis apa atau mau bikin apa padahal keadaannya kita lagi dikejar deadline! Ini dia cara mengatasi writer block

Cara LDR Agar TIdak Bosan

24 Mei 2019

LDR juga tetep bias nyenengin kok! Simak tipsnya.

Teman yang selalu tergantung atau Overly Attached Friends

13 April 2016

Punya teman yang tergantung sama kita yang sampai mengatur apa yang harus dan nggak harus kita kerjain dan musti tau kita lagi jalan sama siapa pun? Nah ini tipsnya

PROJECT BARENG SAUDARA

02 September 2016

Apa aja plus minus bikin project bareng saudara?

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.