Login

or


Email
Password

Whatsnow

NGINTIP STANDAR UJIAN DARI SELURUH DUNIA

25 Maret 2019

Kalau di Indonesia, kelulusan siswa di sekolah ditentukan oleh Ujian Nasional yang berlangsung selama 4 hari. Apakah negara-negara ini juga menerapkan sistem Ujian Nasional sebagai standar kelulusan?

Di Indonesia, Ujian Nasional ibarat gerbang terakhir sebelum siswa siswi sekolah menanjak ke jenjang pendidikan selanjutnya. Selama 4 hari, semua siswa akan menghadapi ujian untuk menentukan kelulusannya. Bagaimana dengan negara lain? Apakah temen-temen di sana juga satu nasib?

 

KOREA SELATAN

Foto: The Financial Times

Dinobatkan sebagai negara dengan sistem pendidikan paling baik di dunia, Korea Selatan ternyata nggak punya Ujian Nasional untuk menentukan kelulusan siswa siswi SMA nya. Setelah selesai menempuh 3 tahun pendidikan, siswa SMA akan lulus tanpa harus mengerjakan Ujian Nasional. Keputusan lulus tidaknya para siswa di Korea menjadi tanggung jawab sepenuhnya atas penilaian guru di sekolah berdasarkan pengamatan selama 3 tahun tersebut.

Tapi walaupun kelulusan SD, SMP dan SMA dirasa sangat mudah, siswa-siswi di Korea justru mengalami kesulitan di ujian masuk Perguruan Tinggi. Kenapa? Karena ujian yang disebut dengan nama ‘Suneung’ ini bukan cuma mempengaruhi ke Universitas mana mereka akan masuk, tapi juga berpengaruh terhadap pekerjaan, penghasilan, tempat tinggal, percintaan di masa depan. Makanya nggak jarang siswa-siswi di sana mengalami stress berat dalam menghadapi Suneung ini.

Ujian yang berlangsung selama 8 jam ini juga membuat satu kota hening, karena toko-toko dan bank tutup, penerbangan pun ditunda selama 25 menit selama ujian listening bahasa Inggris dimulai. Mungkin karena Korea Selatan nggak memberlakukan sistem ujian yang bertahap seperti kita di Indonesia, ujian ini dibuat jadi super menegangkan dan susah banget untuk ditaklukan.

 

JEPANG

Foto: The Japan Times

Sama seperti Korea Selatan, negara Jepang juga nggak menerapkan sistem Ujian Nasional untuk menentukan kelulusan siswanya, melainkan menerapkan sistem entrance exam atau ujian masuk. Siswa siswi lulusan SMP yang mau masuk SMU negeri harus lulus ujian masuk SMU yang dituju, dengan soal ujian masuk yang dibuat oleh masing-masing Dinas Pendidikan Provinsi.

Kalau para siswa lulusan SMA ingin melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri, pemerintah Jepang menerapkan ujian atau tes bernama Daigaku Nyushi Senta Shiken yang berlangsung selama 2 hari. Beberapa Perguruan Tinggi Swasta Jepang juga sudah mulai menerapkan tes ini untuk calon mahasiswanya. Sayangnya, ujian ini biasa dilakukan pada musim dingin, sehingga kadang ujian ini jadi suka terhambat akibat kondisi cuaca yang buruk.

 

SINGAPURA

Foto: Istimewa

Berbeda dengan Indonesia, Singapura membagi kurikulum pendidikannya menjadi Primary School yang setara SD, dan juga Secondary School yang setara dengan SMP dan SMA.Tetapi, mereka menerapkan sistem yang sama untuk ujian, yaitu ujian kelulusan. Ada dua tipe ujian kelulusan yang diterapkan di Sinagpura. Yang pertama adalah Primary School Leaving Examination (PSLE) untuk murid tingkat primary school, dan kedua adalah “O” Level Test untuk murid tingkat secondary school.

Ujian kelulusan tingkat primary school diberikan kepada siswa pada tahun keenamnya, setara dengan kelas 6 SD di Indonesia. Hasil ujian ini nantinya digunakan untuk melanjutkan ke tingkat secondary school. Yang berbeda justru ujian kelulusan yang dihadapi oleh siswa secondary school.

Saat memasuki secondary school, para siswa juga terbagi menjadi kelas normal dengan masa studi 5 tahun, dan kelas Express dengan masa studi 4 tahun. Pada tahun keempat, kelas Express akan diberikan “O” level test. Sedangkan kelas Normal harus melewati “N” level test, baru bisa menghadapi “O” level test yang terdiri dari 7 mata pelajaran. Tapi ujian ini nggak semata-mataa menentukan lulus tidaknya seseorang. Seperti halnya rapor, siswa yang telah ikut ujian memang bisa lulus, tapi bisa saja mendapat nilai merah di ijazah kelulusannya. Tinggal pilih, mau lulus dengan nilai merah atau mengulang lagi di tahun depan.

 

THAILAND

Foto: The Nation

Thailand punya sistem pendidikan dan juga sistem ujian yang cukup mirip nih sama Indonesia. Thailand memiliki sistem pendidikan formal selama 12 tahun yang dibagi menjadi 3, yaitu 6 tahun pendidikan dasar, 3 tahun lower secondary yang setara dengan SMP, dan juga 3 tahun Upper –secondary yang setara dengan tingkat SMA di Indonesia.

Ujian kelulusan yang diterapkan di Thailand bernama Ordinary National Education Test (O-NET) untuk tes dasar pendidikan bagi siswa kelas 3, 6, 9, dan 12. Selanjutnya ada Non-Formal National Education Test (N-NET) sebagai tes bagi siswa yang bersekolah di lembaga non-formal, ada juga General Aptitude Test (GAT) dan Professional and Academic Aptitude Test (PAT) untuk tingkat selanjutnya. Kurang lebih ada sekitar 8 mata pelajaran yang menjadi bahan ujian kelulusan ini, yaitu Bahasa Thailand, Matematika, Science, Ilmu sosial, Agama dan Kebudayaan, Bahasa asing, Health and Physical Education, serta Art, Career dan Technology.

 

FINLANDIA

Foto: The Life Hacks

Findlandia memang nggak menerapkan Ujian Nasional pada kurikulimnya. Kelulusan seorang siswa ditentukan oleh para pengajar atau guru, di mana profesi tersebut sangatlah dianggap terhormat melebihi profesi dokter. Tetapi Findlandia menerapkan satu ujian kelulusan yang bernama Ylioppilastutkinto untuk siswa-siswa SMA di Finlandia yang diadakan di akhir semester. Berbeda dengan Indonesia yang menyelenggarakan ujian kelulusan SMA dan ujian masuk Perguruan Tinggi di waktu yang nggak bersamaan, ujian Ylioppilastutkinto sekaligus menjadi ajang seleksi siswa yang akan masuk ke perguruan tinggi.


Foto: Shutterstock dan berbagai sumber 

Related Articles

NGOPI DULU, LALU... SELFIE !

03 Februari 2016

Ngopi cantik demi dapet stock foto yang instagramable banget.

CLICK & DOWNLOAD

03 Februari 2016

Ini beberapa celebrity apps yang worth it untuk kita download bareng-bareng.

NO BAKE CAKE RECIPE

02 Februari 2016

Who doesn’t love cake? But to bake them is another story.

NEW IT COUPLES ALERT

03 Februari 2016

Ada banyak young power couples baru yang seru untuk kita kepoin bareng. Selain Taylor & Calvin, ada siapa lagi ya?

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.