Login

or


Email
Password

Mybody

BAHAYANYA MENJADI PEROKOK PASIF

"Perokok pasif saja bisa sakit kanker paru-paru seperti saya. Apalagi yang perokok aktif," – Alm. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Humas BNPB.

Masih nempel banget di ingatan, Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia akibat kanker paru-paru yang dideritanya. Sebelumnya, beliau yang kaget saat divonis menderita kanker justru mengaku kalau dirinya merupakan salah satu perokok pasif karena sering berada di  sekitar para perokok. Hal ini nggak menutup kemungkinan terjadi pada kita. Bete nggak sih kalau kita nggak merokok, tapi malah kena efek buruk dari asap berbahaya rokok?

 

RESIKO PEROKOK PASIF TERKENA KANKER NGGAK KALAH TINGGI

Penelitian menunjukkan, sebagian besar asap rokok bukan masuk ke paru-paru perokok, tetapi dilepaskan ke udara yang bisa dihirup oleh perokok pasif.  Ketika asap dihembuskan perokok, ternyata asapnya nggak hilang begitu aja, tapi bisa bertahan 2,5 jam di udara dan akan tetap ada meski nggak terdeteksi sama indra penciuman dan penglihatan kita.

Nah, hal ini juga yang jadi alasan kenapa asap rokok ikut membahayakan kesehatan para perokok pasif. Ada dua jenis perokok pasif, yang pertama adalah Mainstream smoke, yaitu menghisap asap rokok yang keluar dari mulut perokok. Sedangkan yang kedua adalah Sidestream smoke, yaitu asap rokok yang berasal dari ujung rokok yang menyala atau terbakar.

Sama seperti perokok yang aktif, perokok pasif juga menghirup zat kimia buruk dalam jumlah dan berefek sama dengan perokok aktif. Jadi biarpun perokok pasif nggak mengisap rokok, asapnya tetap masuk dan mengendap di paru-paru.  Kalau mereka terpapar asap rokok dalam waktu yang lama, perokok pasif juga beresiko terkena sejumlah penyakit, mulai yang ringan kaya batuk, sakit kepala dan tenggorokan, hingga penyakit berat kayak kanker paru-paru, jantung coroner, pengerasan pembuluh darah arteri, atau yang disebut arterosklerosis. Bahkan, resiko para perokok pasif untuk terkena penyakit berat tersebut hingga mencapai 30%. Ngeri banget nggak sih?

Dan jangan salah juga, asap rokok nggak otomatis menghilang di udara gitu aja tapi dia menempel di tubuh si perokok (baju, rambut, badan, kulit, dll.). Karena itu beberapa organisasi kesehatan mengatakan dengan keras, perokok aktif nggak bisa beralasan kalo mereka sudah merokok di tempat tertutup atau terbuka (yang nggak ada orang yang nggak merokok), karena begitu mereka mendekati orang yang nggak merokok tanpa mengganti baju atau membersihkan dirinya, aroma asap tembakau akan dihirup oleh yang nggak merokok dan ini menyebabkan mereka jadi perokok pasif.

 

KASUS PEROKOK PASIF

Kalo kamu merasa kasus alm. Pak Sutopo belum cukup untuk menyadarkan diri akan bahayanya jadi perokok pasif, berikut beberapa kasus lainnya:

Noor Atika Hasanah

Cewek kelahiran 1982 ini sempat memposting curhatannya tentang rokok 2018 tahun lalu yang kemudian jadi viral di sosial media. Siapa sangka kalo tiga hari kemudian Noor meninggal akibat Bronchopneumonia Duplex karena jadi perokok pasif.  

Ike Wijayanti

Dilansir Kompas, Ike a kehilangan suaranya karena bagian lehernya berlubang akibat kanker pita suara. Melalui tulisan Ike di sebuah papan tulis, alat komunikasinya saat itu, Ike bukan perokok tapi selama 10 tahun dia terpapar asap rokok di tempat kerjanya. Ike berharap para perokok aktif bisa berhenti merokok dan membunuh mimpi orang-orang di sekitarnya.

Meninggal sebelum ke pelaminan

Efek perokok pasif bukan cuma dialamin penderitanya tapi juga orang-orang di sekitarnya. Diambil dari cerita yang diunggah @AnisSuryadi, cewek berinisial DN harus tabah karena calon suaminya, FS, meninggal 19 hari sebelum mereka menikah karena jadi perokok pasif. Padahal FS dan DN sudah berpacaran selama 7 tahun.

 

JANGAN MAU JADI PEROKOK PASIF!

Walaupun kita bukan perokok, kadang ada rasa segan dan nggak enakan begitu lagi ngumpul bareng temen-temen yang merokok. Kita cenderung suka mengalah, membiarkan paru-paru kita terpapar asap rokok dan mentolerir kebiasaan dekat-dekat dengan para perokok. Padahal, yang nantinya merugi justru ada pada tubuh kita, khususnya paru-paru yang merupakan organ vital tubuh. Melansir laman Kompas, berdasarkan data yang dirilis Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak tahun 2005, diantara pasien yang meninggal akibat kanker paru sebanyak 87 persen disebabkan oleh rokok, termasuk perokok pasif. Dan kejadian kanker paru pada cewek meningkat 38.4 persen, 12 persen lebih tinggi daripada cowok. Apakah kita mau jadi salah satu 38.4 persen tersebut?

Nah, mulai sekarang coba deh kita melakukan beberapa langkah ini, untuk meminimalisir diri kita jadi perokok pasif jangka panjang:

Minta dengan sopan ke perokok aktif buat nggak merokok di dekat kita. Kalau mereka tersinggung dan nggak mau matiin rokoknya, lebih baik kita menjauh atau jaga jarak sampai asapnya nggak mengarah ke kita. Toh ini buat kesehatan kita juga kan!

Kalau pengen hangout di cafe atau coffee shop, usahakan memilih area non-smoking yang bebas dari asap rokok. Untungnya, sekarang mulai banyak mal dan restoran yang menetapkan aturan larangan merokok di area mereka ya.

Gunakan masker atau penutup mulut untuk menghindari asap rokok masuk lebih banyak. Kadang kita nggak bisa leluasa menegur, apalagi kalo yang merokok orang asing dan lagi di jalanan umum, atau kita pas banget lagi melewati smoking area. Cara ini bisa juga menghindari kita dari paparan asap kendaraan dan polusi udara yang sama buruknya.

 

Tapi kalau kita udah terlanjur sering menghirup asap rokok, coba konsumsi sejumlah makanan yang bisa bantu membersihkan paru-paru kamu, seperti:

Rutin Makan Apel, yang terbukti memiliki kandungan antioksi dan tinggi. Sehingga dengan makan apel minimal 5 butir seminggu diharapkan bisa meningkatkan kinerja paru-paru kita.

Minum Air Jeruk Nipis. Selain buah Apel, jeruk nipis juga direkomendasikan untuk kita perokok pasif. Penelitian membuktikan, kandungan yang ada pada jeruk nipis efektif membantu membersihkan nikotin dari tubuh kita.

Mengkonsumsi Kedelai. Sejumlah ahli menyebutkan, rutin mengkonsumsi makanan dan minuman dari bahan kedelai bisa membuat fungsi paru-paru lebih stabil. Kandungan flavonoid dalam kedelai disebut bisa mencegah peradangan pada paru-paru yang dipicu oleh nikotin dalam rokok.

Banyak Minum Air Putih. Langkah paling simple yang harus kita lakukan dengan rutin. Hal ini bisa membantu proses detoksifikasi dalam tubuh kita, termasuk ngebuang berbagai macam racun yang berasal dari asap rokok.   

Tips lainnya, yaitu dengan meningkatkan kapasitas paru-paru supaya ada tameng yang bisa menjaga kesehatannya. Caranya bisa dengan memainkan instrumen tiup, seperti terompet, suling, atau peluit. Dilansir dari HealthyDoc, mainkan instrumen tiup selama 10-15 menit sehari bisa memperbaiki sekaligus memperkuat organ paru-paru.

Kemudian Amerian Lung Association juga merekomendasikan supaya bagi perokok pasif untk lakukan olahraga yang bisa menjaga paru-paru seperti renang, jalan kaki, dan latihan pernapasan.


Foto: Shutterstock, Twitter, Doc. Sindo Photo

Related Articles

MEMANAH, ASYIK JUGA!

Belajar memanah nggak cuma bisa bikin kita kelihatan sekeren Katniss Everdeen.

A BOWL OF YUMMINESS

Yuk kontrol nafsu makan kita dengan cara yang simple!

Liburan mini dengan hasil maksimal

Mini trip adalah liburan singkat dengan teman dekat yang lebih efektif.

Hobi yang bikin happy

Melakukan hobi yang kita sukai bisa ngusir stres, lho. Soalnya pas melakukannya, kita akan feel happy

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.