Login

or


Email
Password

Mylife

ALASAN PENTINGNYA INVESTASI UNTUK ANAK MUDA

Percaya nggak? Faktanya, uang yang kita habiskan buat nonton, makan, dan ngopi dan hangout tiap weekend bareng temen, kalau dikumpulin bias buat beli 1 gram emas tiap bulannya?

Buat sebagian anak muda, rasanya berat banget untuk ngomongin kata ’investasi’. Apalagi buat kita-kita yang masih sekolah atau kuliah, bikin rencana keuangan aja belum kepikiran, kayaknya udah nggak mungkin banget buat investasi macem-macem. Jadi begitu ada uang, rasanya lumrah buat dihabiskan untuk mencoba banyak hal baru demi pengalaman yang berarti. Brand bobba drink terbaru muncul, coba! Tren fashion baru lagi rame dipake influencer, pasti beli! Kita jadi memaklumi kebiasaan konsumtif, toh perjalanan masih panjang dan investasi bisa dipikirin di masa mendatang. Ada yang ngerasa begitu?

Memakai uang untuk beli sesuatu yang kita suka sebenarnya nggak apa-apa banget kok, tapi perlu diingat kalau memikirkan investasi juga nggak kalah penting dengan rasa konsumtif yang selalu kita turutin. Apalagi di masa mendatang, kita pingin punya hidup yang terjamin tanpa harus kerja terlalu keras, sedangkan inflasi (kenaikan nilai dari barang dan jasa) juga terus terjadi.

Salah satu jalan keluarnya adalah dengan cara menginvestasikan harta atau uang yang kita punya. To make it simple, let’s  find out why it’s important to take it as soon as possible!

 

INVESTASI VS NABUNG, BEDANYA APA?

 

INVESTASI

TABUNGAN BIASA

Fungsi

Simpanan

Simpanan

Jangka waktu

Jangka menengah hingga panjang (lebih dari 5 tahun)

Jangka pendek hingga menengah (bisa dicairkan kapan saja)

Jumlah setoran

Ada angka minimal yang harus disetorkan, mulai dari Rp 500.000 hingga ratusan juta rupiah.

Nggak ada angka minimal untuk menabung. Kalaupun ada, akan disesuaikan dengan kemampuan sesuai produk tabungan yang dipilih.

Suku bunga

Umumnya lebih dari 3% - 6% dari nilai investasi per tahun.

Umumnya 2% - 4% per tahun dari nilai tabungan per tahun.

 

Walaupun menabung dan investasi sama-sama metode menyisihkan uang untuk kepentingan di masa mendatang, keduanya punya konsep yang jauh berbeda, dengan keuntungan dan resiko yang berbeda-beda pula. Tapi keduanya sama-sama baik bila dikelola dengan baik dan konsisten. Hanya perbedaannya terletak pada bunga yang jadi sumber keuntungan, serta resiko akibat naik turunnya nilai dari investasi yang kita punya.

Menabung merupakan metode menyimpan uang yang bisa dipakai untuk kebutuhan lain yang sifatnya dadakan, atau memenuhi rencana yang sifatnya jangka pendek. Sifatnya liquid alias bisa diambil kapan aja kalau kita mau pakai, dan resikonya juga rendah karena perkembangannya dari sisi keuntungan juga nggak tinggi. Belum lagi, bunga tabungan juga bakal terkena inflasi setiap tahun yang bisa membuat bunga yang kita dapat hanya sekitar 1-2% aja. Makanya,  tabungan bukan media yang tepat kalau kita berencana untuk menyimpan uang untuk mencari keuntungan atau menyeimbangi inflasi yang ada.

Lain lagi dengan Investasi, yaitu salah satu cara kita menempatkan uang atau harta selama waktu tertentu, dengan tujuan untuk mendapat keuntungan di masa depan. Produknya bisa macam-macam, mulai dari deposito di bank, beli emas, atau juga dengan menanam modal di pasar saham. Berbeda dengan tabungan, investasi cuma baru bisa dicairkan dalam jangka waktu menengah atau panjang, bisa 5 tahun, 10 tahun dan sebagainya. Biasanya, investasi dipilih untuk kita yang berencana punya harta besar di kemudian hari, seperti rumah, mobil, atau modal untuk buka usaha.

Dari metode ini, harta kita seakan ‘diputar’ untuk mendapat keuntungan, karena bunga yang ditawarkan juga cukup tinggi. Tapi sebanding dengan keuntungannya, resiko investasi juga cukup tinggi kalau-kalau kita kurang bijak dalam memilih produknya, karena investasi juga bisa punya nilai yang naik turun.

 

Saat ini ada sejumlah instrument investasi yang ada, tapi ini adalah yang pas untuk kita mulai investasi dari muda;

Reksadana: Buat kita yang nggak punya modal terlalu besar, reksadana itu wadah buat menghimpun dana dari kita sebagai investor. Lalu dana yang kekumpul akan diinvestasikan sama manajer investasi, ke dalam beberapa instrument investasi lauin kayak saham, obligasi atau deposito.

Dengan kemajuan teknologi kayak sekarang, kita sudah bisa membeli reksadana secara online lewat berbagai platform lho ada Bareksa, IpotFund, Ajaib, Tanamduit. Bahkan di e-commerce aja sekarang kita bisa beli Reksadana, apalagi rata-rata pembelian reksadana sekarang bisa dimulai dari Rp 100.000

Peer-to-Peer Lending (P2P Lending): Kemajuan teknologi juga nih yang mendorong lahirnya banyak platform P2P Lending, jenis investasi baru dengan sistem pemberi pinjaman (Lender) ke peminjam (Borrower). Kita bertindak jadi investor kalau pingin melakukan investasi, tapi kalau lagi pingin bangun bisnis lebih besar dan butuh modal, kita juga bisa jadi borrower.

Tingkat return atau keuntungan yang dihasilkan tiap P2P Lending juga beda-beda, tergantung siapa pasar yang ditargetkan sama P2P Lending tertentu buat nyalurin dana yang sudah dikumpulin di platformnya. Makanya banyak juga orang yang ingin berinvestasi tapi membantu orang melalui P2P Lending ini, soalnya mereka merasa membantu para borrower besarin bisnisnya. Sekarang udah cukup banyak nih P2P Lending yang cukup besar di Indonesia, sebut aja Investree, Amartha, Akseleran dan KoinWorks.

Investasi Emas: Salah satu cara berinvestasi yang paling gampang dan beresiko paling rendah. tapi di satu sisi, nilai invesatinya naik dengan pelan. Makanya investasi emas masuk sebagai investasi jangka panjang. Semakin kita diemin lama, di masa depan akan semakin menguntungkan nilainya.

Lagi-lagi, sekarang mulai banyak platform penjualan logam mulia lewat aplikasi. Enaknya lagi, sekarang kita bisa investasi emas dengan metode cicil, sampai nanti emas kita bisa “dicetak” dan dikirim, jika uang kita sudah terkumpul senilai berat emas yang kita inginkan. Kita bisa memanfaatkan fitur itu melalui BukaLapak, Tokopedia, bahkan Pegadaian yang udah meluncurkan platform untuk jual beli emas secara online.

Saham: Dengan investasi lewat saham, artinya kita membeli sebagian porsi dari perusahaan terbuka dan memiliki kepemilikan modal di dalamnya. Main saham memang terkenal high risk karena sewaktu-waktu nilai saham yang kita beli bisa terjun bebas dan bikin kita rugi, tapi saat kita jual di saat harga tinggi, keuntungan yang kita dapet juga bakal besar banget.

 

KENAPA SIH INVESTASI PENTING?

Perusahaan manajemen investasi asal Amerika Serikat, Legg-Mason, pernah mengadakan survey di 17 negara, dan hasilnya bilang sekitar 48% generasi millennial tetap pingin punya gaya hidup yang lebih baik dan nyaman di masa depan. Tapi di sisi lain, inflasi membuat kita semakin membutuhkan uang dan harta yang juga meningkat buat mengimbanginya. Misalkan kebutuhan pokok naik, otomatis gaji seorang pekerja juga harus naik demi bisa menjalani kehidupan seimbang. Dengan begitu, perusahaan yang mempekerjakan karyawan tersebut harus menjual barang dan jasanya dengan harga yang ikutan tinggi. Makanya dibutuhkan rencana tepat dan untuk mengelola uang dan harta agar kehidupan kita di masa mendatang tetap tercukupi dari sisi finansial, salah satunya investasi.

Sebelum masuk ke instrument investasi dan mana yang pas buat kita, kita harus tau apa aja poin-poin dasar dari investasi;

 

KEUNTUNGAN BERINVESTASI

Buat kamu yang masih ragu untuk mulai investasi, sebenarnya ada keuntungan yang bisa didapat saat kita memutuskan untuk investasi sejak dini:

 

DO’S AND DON’TS INVESTASI


Foto: Shutterstock

Related Articles

Cara mengatasi writer block

Ketemu sama keadaan dimana kita bingung mau nulis apa atau mau bikin apa padahal keadaannya kita lagi dikejar deadline! Ini dia cara mengatasi writer block

Cara LDR Agar TIdak Bosan

LDR juga tetep bias nyenengin kok! Simak tipsnya.

PROJECT BARENG SAUDARA

Apa aja plus minus bikin project bareng saudara?

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.