Login

or


Email
Password

Mylife

EFEK SELFIE KE MENTAL REMAJA

Selfie, menurut kamus Oxford adalah foto yang diambil sendiri, melalui smartphone atau webcam, dan menshare-nya ke sosial media. Dari sudut pandang psikologis, selfie adalah self-oriented action yang memungkinkan kita buat ngebangun image dan kepercayaan diri. Tindakan selfie ini erat hubungannya dengan ciri-ciri narsis.

Kita pasti sering ngelakuin selfie. Mau di sekolah, mall, atau bahkan di tempat tidur. Walaupun keliatannya wajar-wajar aja tapi terlalu sering selfie ternyata bisa berdampak ke kesehatan mental remaja lho. Kenapa bisa gitu ya?

Hal ini berkaitan dengan sudut pandang psikolog. Setelah selfie kita pasti bakal share hasil fotonya ke sosial media, dan berharap ngedapetin feedback yang positif berupa like atau komen. Sisi positifnya sih, hal ini bisa ningkatin kepercayaan diri dan self-esteem. Tapi sisi buruknya terobsesi dengan selfie, kita jadi terobsesi sama hasil foto dan feedbacks orang lain. dalam tingkat paling ekstrem, selfie bisa jadi pemicu depresi dan kecemasan bahkan sampe bunuh diri (meskipun kasusnya jarang, tapi bukan berarti gak ada).

 

SELFIE BISA MENGARAH KE IMAGE DIRI YANG NEGATIF.

Did you know, selfie yang dipost di social media itu gak sekali jepret langsung bagus, tapi butuh berkali-kali jepret dengan angle berbagai sisi baru bisa puas. Itu belum pas dieditnya. Kebayang berapa banyak waktu yang dihabiskan demi satu selfie buat dipost.

Rasa gak puas yang yang muncul pas proses selfi, bikin kita semakin concern dengan penampilan kita sendiri. Dilansir dari Healthline, menurut studi The Journal of Early Adolescene nunjukin kalo remaja yang ngepost banyak selfi cenderung punya kesadaran tinggi sama penampilan mereka sendiri. Dan kesadaran tersebut berujung pada meningkatnya sisi negatif body image.

Hal ini didukung oleh pernyataan Nancy S. Molitor, PhD, the clinical assistant professor of psychiatry and behavioral sciences at Northwestern University in Evanston, Illinois, yang bilang kalo remaja itu nyari validasi tentang penampilan fisik mereka. Bisa jadi mereka udah punya masalah negative self-image sebelum mereka ngepost foto selfienya.

Laporan dari Common Sense tahun 2015 nemuin kalo remaja cewek yang terlalu sering selfie cenderung lebih mudah cemas dan khawatir. 35 persen ngerasa khawatir dengan penampilannya di foto yang dipost teman, 27 persen ngerasa khawatir sama foto yang dipostnya sendiri, dan 22 persen ngerasa dirinya lebih jelek pas fotonya dicuekin orang lain, dalam arti gak ada likes atau komen. Waduh...

 

TEROBSESI FEEDBACKS DAN JADI VIRAL

Musti diakuin, saat remaja psikis kita masih belum berkembang sempurna. Kita belum bisa ngambil keputusan dengan baik dan memilah mana yang benar atau tidak. Hal ini bisa ngejerumusin kita ke pilihan yang salah, hanya karena kita ngeliat hal tersebut “diterima” oleh orang lain. Mungkin kita masih ingat sama kasus Awkarin, hampir semua remaja mengidolakan dia karena foto-fotonya waktu itu menurut sebagian besar netizen remaja keren dan “inspiring”. Padahal foto yang dipost sebagian gak sesuai sama budaya timur dan cenderung negatif. Sayangnya karena menurut yang lain “keren”, kita jadi kebawa dan ngikutin, akhirnya gak sadar hal tersebut sebenarnya ngerusak diri kita sendiri.

Yup, walaupun fenomena Awkarin sudah selesai tapi bukan berarti obsesi mendapatkan perhatian publik selesai. Saat ini malah banyak kasus di mana remaja mengunggah selfie dan caption yang kontroversial. All of this for the sake of likes, comments, follow dan jadi viral sesaat.

 

APA YANG MUSTI KITA LAKUKAN?

Don’t be to obsessed with selfie and feedbacks. Gak ada yang salah sebenarnya sama selfie, foto-foto sama temanpun its okay kok, apalagi kalo itu demi kenang-kenangan biar gak momen berharga kita gak hilang. Tapi kita juga harus bisa mengontrol diri, gak perlu semuanya diumbar buat konsumsi publik. Please respect ourselves. Ingat, biarpun sosial media itu punya kita, tapi namanya juga ‘sosial’, apapun yang masuk ranah publik itu udah jadi konsumsi mata dan mulut publik. Kalo kita udah ngerasa terlalu haus sama feedback selfie kita, berhenti sementara pake device dan sosial media. Just take a breath dan coba lakuin hal lain yang bisa ngedistract kita dari ngambil foto selfie. Kita gak selfie sehari aja dunia gak akan berakhir kok.

 


Foto: Shutterstock   

Related Articles

Cara mengatasi writer block

Ketemu sama keadaan dimana kita bingung mau nulis apa atau mau bikin apa padahal keadaannya kita lagi dikejar deadline! Ini dia cara mengatasi writer block

Cara LDR Agar TIdak Bosan

LDR juga tetep bias nyenengin kok! Simak tipsnya.

PROJECT BARENG SAUDARA

Apa aja plus minus bikin project bareng saudara?

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.