Login

or


Email
Password

Mylife

HRD CHEAT SHEETS

Sebelum mengirimkan CV yang dibuat yuk baca artikel ini dulu, Happifyourworld akan ngupas HRD cheat sheets dan kesahalan apa aja yang sering dilakukan pelamar kerja, dari CV-nya dan ketika proses interview berjalan!

 

THE GOOD QUALITY OF CV

CV atau curriculum vitae adalah dokumen yang secara singkat nyeritain tentang diri si pelamar. Dari Pendidikan, pengalaman, hobi, dsb. Singkatnya CV itu kayak biodata yang ngasih tahu tentang diri kita ke si HRD. Kalo diibaratin CV itu sama kayak deskripsi barang yang mau dibeli, jadi keterangannya harus lengkap, padat, jelas. Dari sekian ribu CV yang diterima seharinya oleh staff HRD, CV kita harus dibikin semenarik mungkin dong. Gimana caranya? Baca tipsnya di bawah.\

 

Isi CV yang baik dan benar

Nah ini yang tricky, CV kita harus berisi list yang relatable berkaitan dengan diri kita. Jangan sampe melakukan kesalahan karena kalo CV-nya gak sesuai bisa jadi bakal langsung di-skip oleh staff HRD.

CV yang baik melingkupi:

Personal details:

Terdiri dari nama, alamat, tempat tanggal lahir, nomor handphone, alamat email.

Common mistake: nama alamat email pake nama “alay”

The cheat: jangan pake nama alamat email nyeleneh buat ngelamar kerja! Just NO!.

Foto

Common mistake: pake foto selfie atau foto yang fokusnya bukan kita.

The cheat: jaman sekarang foto CV nggak musti kaku kayak pas foto ID atau paspor, yang penting foto kita rapih dan terlihat profesional. Tapi kembali lagi dilihat dulu karakteristik perusahaan yang mau kita lamar ya.

contoh foto yang proper untuk ditaruh di dalam CV

Education

Common mistake: nyantumin terlalu detail riwayat sekolah kita dari TK, apalagi kalo TK-nya pindah berkali-kali dan nggak nyantumin IPK yang kita raih.

The cheat: Pendidikan yang penting harus dicantumkan adalah tingkat SMA dan kuliah, serta jurusannya.

Achievement

Common mistake: nyantumin achievement yang udah terlalu lama dan nggak berhubungan sama kerjaan yang mau dilamar, misalnya menang lomba gambar pas TK.

The cheat: nggak usah semua achievement yang kita dapat harus dimasukin ke CV. Masukin yang penting-penting aja, masih berhubungan dengan kerjaan yang mau dilamar, atau kalaupun lama (mungkin lebih dari 5 tahun) tapi achievement yang kita dapat besar ini masih nggak apa-apa. Misalnya dapet penghargaan Oscar pas TK, ini wajib banget dimasukin!

Skills

Beritahu skilss (soft skills dan hard skills) kita yang akan menunjang pekerjaan di perusahaan. Kalo ada software yang kita kuasai, kasitahu juga aja.

Training & Certifications

Udah pernah ngikutin pelatihan dan punya sertifikasi skills yang akan berguna saat kita bekerja nanti? Wajib dimasukkan ke dalam CV!

Working Experiences

Ini juga point penting buat para staff HRD. Ada dua hal yang perlu diingat:

Pertama, bila riwayat pekerjaan kita kebanyakan nggak stay di satu perusahaan atau kurang dari satu tahun, HRD akan melihatnya kalo kita punya kecendrungan suka resign (atau istilahnya “kutu loncat”). Ini akan bikin mereka ragu untuk meng-hired kita karena pasti dipikirnya bakal langsung resign.

Kedua, bila riwayat pekerjana kita stay terlalu lama di satu perusahaan. Ini juga nggak gitu bagus tapi nggak selalu, karena HRD akan melihat pergerakan posisi dan karier di perusahaan tersebut, apakah kita ada perkembangan atau stuck.

Kedua hal ini harus dilihite di CV, dan ketika proses interview harus bisa kita jelaskan dengan detail.

Additional Information

Ini adalah point yang berisi rangkuman atau tambahan info tentang diri kita. Bisa tentang tambahan pengalaman lain, goal dalam hidup, apa yang ngemotivasi kita, keahlian atau kelebihan, personal interest, dsb. Yang kira-kira bisa jadi pertimbangan tambahan untuk si staff HRD.

Penggunaan Bahasa di CV, Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris?

Common mistake: pake Bahasa terlalu casual dan tata Bahasa kacau

The cheat: Bahasa Inggris sebenarnya sudah menjadi Bahasa standar di dunia kerja, jadi sebaiknya CV ditulis dalam Bahasa Inggris. Tapi kalo kemampuan menulis kita masih standar, kita bisa minta tolong teman yang punya grammar bagus untuk mengecek dan mengedit CV. Ini juga berlaku untuk Bahasa Indonesia.

Reference

Common mistake: nggak masukin kontak nama yang bisa dijadikan referensi.

The cheat: referensi orang ini penting banget, dari mereka HRD akan tahu tentang kita lebih dalam dari mata orang lain. Karena itu sebisa mungkin masukkan referensi kontak orang yang derajatnya (secara professional) lebih tinggi dari kita. Entah itu dosen pembimbing, atasan di tempat kerja sebelumnya, atau supervisor. Satu hal yang nggak kalah penting, infokan ke orang tersebut kalo kita mau masukin nama mereka sebagai kontak referensi.

Berapa halaman?

Common mistake: ngirimin berlembar-lembar CV

The cheat: perlu diketahui, staff HRD itu seharinya bisa menerima ribuan lembar CV jadi bisa dibayangin kalo CVnya berlembar-lembar udah pasti diskip. HRD biasanya hanya akan ngeliat CV sekitar 20 – 30 detik, makanya maksimal banget CV ideal itu HANYA 2 halaman, dengan halaman pertama informasi tentang kita dan halaman kedua portfolio.  

Format cv-nya harus file “jadi”

Kirim format CV kita dalam bentuk PDF jangan Ms. Word sehingga CV kita nggak akan bisa diutak-atik lagi sama yang memeriksa. Berikut adalah contoh CV yang baik.

 

MENGIRIMKAN CV

Kalian pasti tau atau sebatas udah pernah lihat ada post yang viral minta kerjaan via chat hanya dengan “P” ke si owner perusahaan, kalo kayak gini sih udah pasti akan langsung ditolak (or worse diblack list), apalagi jaman sekarang mudah banget untuk nyari identitas seseorang. Gimana cara ngirim CV lamaran yang baik?

Reach out melalui email.

Perusahaan pastinya akan menginformasikan lowongan lengkap dengan alamat email yang bisa kita hubungi. Jangan sekali-kali menghubungi ke kontak selain yang sudah ditentukan. Dan jangan lupa, pastikan nama email yang digunakan adalah nama email professional bukan nickname yang unyu-unyu gitu.

Tulis judul dan body email (cover letter) dengan benar.

Ini juga yang sering jadi kesalahan dasar (bahkan yang udah berpengalaman sekalipun). Judul email harus banget diisi, jangan ditulis sembarangan dan to the point, ini contoh judul email lamaran yang benar: LOWONGAN SOCIAL MEDIA EXPERT – CV NAMA KITA atau POSISI DESIGN GRAFIS – CV NAMA KITA.

Untuk cover letter, common mistake yang sering dilakukan adalah Cuma menulis “hai” atau malah nggak ditulis apapun, padahal cover letter penting sebagai brief perkenalan sebelum HRD mengecek CV. Contoh cover letter yang baik melingkupi subjek orang yang dituju dan posisinya (misalnya Dear. Ms. Jennifer, HR Manager XXX corp. atau Kepada Yth. Bpk / Ibu), penjelasan sedikit tentang kita (perkenalkan saya adalah xxx, saya adalah lulusan atau pernah bekerja sebagai xxx), dan terakhir penutup (besar harapan saya agar saya diterima xxx). Untuk Bahasa bisa menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia, yang penting bahasanya sopan.

 

DI RUANG INTERVIEW

Kalo kita dipanggil untuk interview, selamat! Kita udah ngelewatin babak satu perjuangan melamar kerjaan. Berikut adalah common mistake yang harus kita hindari pas ngadepin HRD.

Penampilan

Common mistake: berpakaian berantakan atau casual, nggak pada tempatnya, dan nggak memperhatikan body odor.

The cheat: judge the book by its cover. Namanya juga baru pertama kali ketemu pastinya kesan pertama itu penting. Apa yang kita presentasikan itu juga menunjukkan cara kita mengapresiasi diri kita sendiri dan orang lain, kalo tampilan kita aja berantakan gimana orang mau menganggap kita professional?

Manner dan body language

Common mistake: pas masuk langsung duduk atau bergaya cuek.

The cheat: did you know, manner kita akan langsung dinilai begitu kita berjalan dari pintu masuk dan ketemu resepsionis, bukan pas ketemu HRD. Beberapa perusahaan besar seperti Unilever, Google, Apple, melihat personality pelamar berdasarkan perilaku ketika mereka menunggu dipanggil lho. Bahkan ada yang langsung ditolak hanya karena mannernya ketika di ruang tunggu gak sesuai. Gitu pun ketika bertemu HRD, jabat tangan dan eye contact itu penting.

Pergunakan Bahasa yang sopan dan formal

Common mistake: menggunakan kata informal seperti “gue” ketika berbicara

The cheat: selalu gunakan Bahasa formal ketika diinterview. Gunakan kata “saya” instead of “aku”, dan jangan mencampur adukkan Bahasa. Tapi kalo kita lebih bisa menyampaikan sesuatu dengan Bahasa yang kita gunakan sehari-hari, minta ijin dulu ke yang mewawancara.

Ketahui perusahaan yang kita lamar

Common mistake: nggak tahu apapun atau hanya tahu sedikit tentang perusahaan

The cheat: cari tahu info sebanyak-banyaknya tentang perusahaan, hari gini tiap perusahaan udah pasti punya social media dan website sendiri, tinggal googling aja nggak susah kok.

“Ceritakan tentang diri kamu sendiri”

Common mistake: “aku lahir tanggal segini, kuliah di sini, udah gitu aja….”

The cheat: ini adalah pertanyaan paling dasar yang akan ditanyakan pertama kali tapi pelamar paling sering gagal menjawabnya. Yang ingin HRD tahu dari pertanyaan ini adalah selain info personal kita, juga ingin tahu strength and weakness kita apa. Menurut orang lain kita itu gimana, dan apa visi-misi-goals kita di masa depan. Pertanyaan ini sedikit mirip kayak kita lagi ngejabarin apa yang ada di dalam CV.

 

YANG SERING DITANYAIN OLEH HRD

Selain menanyakan tentang diri kita, berikut juga beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh HRD:

Saat ini, selain kontak referensi yang ada di dalam CV, HRD juga melakukan social media check (Linkedin, Instagram, Facebook, dan Twitter) sebagai referensi tambahan untuk mengetahui lebih dalam tentang si pelamar.


Foto: Shutterstock dan berbagai sumber    

Related Articles

Cara mengatasi writer block

Ketemu sama keadaan dimana kita bingung mau nulis apa atau mau bikin apa padahal keadaannya kita lagi dikejar deadline! Ini dia cara mengatasi writer block

Cara LDR Agar TIdak Bosan

LDR juga tetep bias nyenengin kok! Simak tipsnya.

PROJECT BARENG SAUDARA

Apa aja plus minus bikin project bareng saudara?

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.