Login

or


Email
Password

Mylife

POLIAMORI, KETIKA CINTA NGGAK HANYA UNTUK SATU ORANG AJA

Poliamori akhir-akhir ini ramai jadi topik di berbagai kalangan, termasuk remaja. Kalau menurutmu hubungan percintaan cuma mengikat satu orang cewek dan cowok, siap-siap kaget dengan istilah poliamori ini yang justru membolehkan seseorang ‘membuka hati’ untuk banyak orang.

Mungkin selama ini kita menganggap hubungan percintaan yang sejati dan lumrah adalah hubungan yang dijalin oleh satu orang cewek dan satu orang cowok, mulai dari berpacaran sampai ke jenjang pernikahan. Hubungan ini biasa disebut dengan hubungan monogami, dan saat ada orang lain yang masuk ke hubungan tersebut, kita biasa mengartikannya sebagai perselingkuhan dan adanya ketidak setiaan atas hubungan tersebut.

Tapi ternyata, ada jenis hubungan lain yang berbeda banget dari hubungan monogami yang selama ini kita kenal, bahkan kita jalanin. Hubungan yang nggak cuma melibatkan dua orang sebagai pasangan, tapi bisa tiga, empat, bahkan lebih di dalam satu hubungan yang disebut dengan poliamori.

DISCLAIMER: Artikel ini bukan ditujukan untuk mengajarkan atau menyarankan untuk melakukan hubungan poliamori, tetapi sekedar pengetahuan atau informasi kalau hubungan jenis ini benar terjadi di sekeliling kita.

 

APA ITU POLIAMORI?

Poliamori merupakan salah satu dari bentuk hubungan nonmonogami yang melibatkan banyak orang dalam suatu hubungan percintaan tanpa adanya status pernikahan yang mengikat. Jadi hubungan ini biasanya kita temui pada hubungan pacaran, dan bisa dilakukan baik sama cewek ataupun cowok.

Banyak yang mengartikan kalau Poliamori ini sama aja dengan open relationship yang juga sempat tren, yaitu hubungan yang juga nggak dibatasi oleh satu orang aja. Tapi sebenarnya, kedua konsep hubungan ini punya perbedaan yang cukup kelihatan. Kalau dalam open relationship terdapat satu sosok yang menjadi pasangan utamanya, sedangkan kalau poliamori punya porsi kasih sayang dan cinta yang sama tanpa adanya  sosok yang difavoritkan. Jadi misalkan seorang cowok punya dua pacar atau lebih, porsi kasih sayangnya akan sama dan nggak ada yang lebih menonjol di antara satu sama lain.

Hubungan Poliamori biasanya dijalankan oleh orang-orang yang nggak mempercayai atau bahkan takut dikecewakan sama hubungan monogami. Saat seseorang menganut poliamori, nggak ada aturan untuk saling mengekang atau memiliki satu sama lain di sebuah hubungan. Mereka  sangat menjunjung tinggi transparansi, komunikasi, dan juga persetujuan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Satu kata yang menggambarkan inti dari hubungan ini: kebebasan.

 

POLIAMORI NGGAK BOLEH JEALOUS?

Karena "konsepnya" adalah kebebasan jadi orang-orang yang menganut poliamori seakan dituntut untuk nggak boleh ngerasa cemburu satu sama lain saat ada kehadiran ‘pacar baru’ di kehidupan tiap pasangannya. Nggak ada juga istilah perselingkuhan karena masing-masing udah menyetujui akan konsep dari hubungan nonmonigami tersebut. Tapi menurut Lola Phoenix, salah seorang penganut Poliamori yang diwawancarai Vice, rasa cemburu yang dirasakan merupakan hal yang wajar dan manusiawi saat kita justru nggak pernah mendapat perlakuan yang sama dari pasangannya, dan itu yang ia rasakan saat kekasihnya malah lebih mengutamakan pacarnya yang lain ketimbang dirinya.

Begitu juga pandangannya soal perselingkuhan. Mau itu monogami atau poliamori, perselingkuhan yang dilakukan pasangan adalah kalau saling nggak terbuka satu sama lain soal kehadiran pasangan baru, bahkan sampai diem-diem atau menyembunyikannya.

Kalau ngeliat dari syarat yang dilontarkan dari hubungan poliamori ini, yakinkah kita bakal sanggup buat ngasih porsi kasih sayang yang sama, nggak cemburuan, atau bahkan rela kalau pacar kita punya orang lain selain kita?

 

KONSEKUENSI DARI POLIAMORI

Setiap jenis hubungan ada plus dan minusnya, dan nggak terkecuali dengan poliamori. Berada dalam hubungan poliamori memberi persepsi tertentu untuk setiap orang. Buat para penganut hubungan ini, Poliamori dianggap sebuah jalan buat mengenal banyak personality, menghilangkan rasa jenuh terhadap satu pasangan, bahkan bertukang pengalaman tentang relationship itu sendiri. Yup, bila dilihat poliamori itu kasarnya kayak cara untuk kita bisa mengenal dan memilah mana sih orang yang cocok buat kita.

Tapi walaupun dengan segala plusnya, bukan berarti hubungan poliamori nggak punya konsekuensi yang besar lho!

Hubungan poliamori bikin seseorang jadi susah berkomitmen pada satu orang, apalagi ketika salah satu pasangan ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan. Karena terbiasa dengan hubungan banyak orang dan bebas, penganut poliamori kebanyakan akan susah untuk fokus dan setia ketika dihadapin sama hal yang serius. Apakah kita mau berhadapan dengan orang yang nggak mau serius dengan kita? Nggak kan.

Dan perlu diketahui, poliamori di negara kita adalah salah satu hubungan yang nggak diakui secara resmi. Selain karena nggak sesuai dengan norma-norma agama manapun, poliamori yang melibatkan hubungan fisik akan lebih banyak beresiko pada kesehatan karena seringnya berganti-ganti pasangan.

Last but not least, poliamori untuk sebagian orang mungkin memberikan warna dan pengalaman baru di dalam suatu percintaan, tapi konsekuensi dan risiko yang harus dihadapi juga nggak kecil. Jadi, pikirkan baik-baik dan mendalam apabila kita ataupun orang-orang terdekat kita ingin melakukan hubungan poliamori. Karena musti disadari kalo tiap hubungan percintaan, apapun itu, punya tanggung jawab dan konsekuensinya masing-masing yang harus kita pikul.


Foto: Shutterstock

Related Articles

Cara mengatasi writer block

Ketemu sama keadaan dimana kita bingung mau nulis apa atau mau bikin apa padahal keadaannya kita lagi dikejar deadline! Ini dia cara mengatasi writer block

Cara LDR Agar TIdak Bosan

LDR juga tetep bias nyenengin kok! Simak tipsnya.

PROJECT BARENG SAUDARA

Apa aja plus minus bikin project bareng saudara?

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.