Login

or


Email
Password

Whatsnow

ALASAN KENAPA BERHENTI DARI MEDIA SOSIAL

Nggak bisa dipungkiri media sosial udah jadi bagian hidup kita sehari-hari. Media sosial bikin hidup terasa lebih update karena sifatnya yang memberikan informasi nonstop 24/7. Meskipun baik, tapi media sosial juga punya efek negative ke mental dan fisik yang nggak bisa kita acuhin. Ketika kita udah merasa overwhelmed terhadap media sosial mungkin bisa jadi alasan kenapa kita harus berhenti dari media sosial.

 

MEDIA SOSIAL BIKIN KITA JADI LEBIH FOKUS KEPADA ORANG LAIN KETIMBANG DIRI SENDIRI

Buat sebagian orang, media sosial jadi platform untuk menggunggah apa yang terjadi pada hidup dia, prestasi, dan lifestyle yang dia jalanin. Ngeliat hidup orang lain yang (mungkin) aja lebih beruntung daripada kita, secara implisit nyebabin kita jadi membandingkan diri dengan orang tersebut. Coba aja lihat komen yang muncul di akun selebgram, pasti banyak yang bilang “iri banget!”, “pingin deh jadi kayak kakak”, atau “apalah arti hidup gue dibandingkan xxx…”. Kalimat yang terdengar seperti jokes ini secara nggak sadar merendahkan kualitas diri kita sendiri, padahal bisa aja kita punya kelebihan yang mereka nggak punya.

Makanya nggak heran penelitian nunjukin kalo orang yang menghabiskan banyak waktu di media sosial, stalking di media sosial punya rasa anxiety (kecemasan) yang besar dan self-esteem (percaya diri) rendah. Karena dia lebih fokus menilai apa yang orang lain punya daripada ningkatin kualitas hidup dirinya sendiri.

 

MEDIA SOSIAL BIKIN KEBAHAGIAAN HIDUP KITA TERGANTUNG PADA PENILAIAN ORANG LAIN.

Pernah ngerasa kok post kita nggak ada yang nge-likes atau komen? Ini adalah salah satu pertanda kepuasan hidup kita tergantung pada interaksi orang di media sosial. Kita udah terjebak pada pola piker tanpa likes dan komen, hidup kita jadi nggak bahagia. Padahal media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk menyimpan kenangan dan membagi kenangan indah si pengupload. Ketika kita memposting sesuatu, misalnya lagi hangout bareng teman, yang harusnya kita nikmati adalah momen tersebut bukan seberapa banyak likes dan komen yang bakal kita terima. Meskipun rasanya senang orang-orang memperhatikan apa yang kita lakukan, tapi yang harus diprioritaskan tetap perasaan bahagia kita ketika berada dalam momen tersebut.

 

MEDIA SOSIAL BIKIN KEHIDUPAN PRIBADI KITA JADI KONSUMSI PUBLIK, DAN SALAH-SALAH DIGUNAKAN UNTUK KEJAHATAN

Mau se-private apapun akun media sosial kita, ketika kita memutuskan untuk mempostingnya di ranah publik maka hal tersebut akan jadi konsumsi publik. Suka nggak suka. Media sosial akan merekam jejak kita, mau seberapa besar usaha kita buat menghilangkannya. Karena itu, sebelum kita memposting -terutama hal yang menyangkut pribadi- pikirkan dengan matang apakah hal tersebut perlu, apakah aman, dan apakah nggak ada resiko yang terjadi? Jangan sampe apa yang kita posting nyebabin masalah untuk kita ke depannya.

Contoh kasus, saat ini para orang tua sebagian besar tidak memposting foto wajah anak mereka sebelum mereka dewasa karena dikuatirkan dijadikan pemicu penculikan perdagangan anak, atau fotonya dicuri untuk kemudian disalah gunakan, seperti yang terjadi pada keluarga Baby Eden. Selain itu, kasus social media imposter (mengambil foto orang lain dan mengaku-aku sebagai orang tersebut) saat ini melonjak tajam seiring makin beragamnya aplikasi media sosial dan kemudahan mengambil data pribadi.

 

MEDIA SOSIAL, MENDEKATKAN YANG JAUH DAN MENJAUHKAN YANG DEKAT. MENGALIHKAN KITA DARI MOMEN YANG TERJADI

Media sosial sering menghalangi kita untuk memperhatikan apa yang terjadi di sekitar. Pasti pernah kan punya teman yang ketemu malahan sibuk ngecek Instagram daripada ngobrol face to face. Coba pikir, pernah nggak lagi ngumpul rame-rame tiba-tiba ke-stop karena teman tiba-tiba ngecek media sosialnya akhirnya merembet ke yang lain. Lalu momen ngumpul itu akan jadi apa artinya? Apakah hanya sekedar nyari “konten” biar bisa dipost? Bila kita udah kecanduan maka akan mudah buat jatuh ke lubang FOMO (fear of missing out) dan punya kecendrungan buat ngecek media sosial, dengan gitu kita jadi nggak menghargai realitas yang ada. So buat apa susah-susah ketemu kalo pas ketemu face to face waktunya habis hanya untuk ngecek media sosial?

 

MEDIA SOSIAL BIKIN RUANG GERAK TERBATAS DAN SULIT MOVE ON DENGAN HIDUP

Salah satu fungsi media sosial untuk menyimpan dan mengupdate kehidupan sosial kita atau orang lain, sebenarnya positif sih tapi kadang bikin kita jadi sulit ngelupain masa lalu. Contohnya aja, sulit buat move on dari mantan, apalagi kalo udah muncul rasa pingin stalking dengan kehidupan dia setelah kita pisah. Ini yang bikin ruang gerak kita jadi terbatas dan sulit move on, selain itu jadi nggak fokus karena pikiran kita kedistract sama apa yang terjadi di media sosial. Padahal mungkin aja yang terjadi di media sosial nggak ada hubungannya apa-apa dengan kita.

 

Kehidupan di media sosial sejujurnya melelahkan dan mengambil banyak momen berharga, hal ini jugalah yang jadi alasan Sarah Sechan berhenti memposting tentang dirinya di media sosial sejak Maret 2017. Dilansir dari Kumparan, foto yang diposting oleh figure public menurut Sarah ibaratnya kayak pintu yang dibuka lebar sama pemilik rumah, netizen bisa lalu lalang dan ngasih komentar apa aja (alias nyinyir). Dari caption terakhirnya, Sarah ingin berhenti nyari persetujuan orang asing dan dia ingin berbicara dengan orang lain by talking heart to heart, bukan dari ngepost random quote. Ataupun ketika dia berdoa ke pencipta, dia ingin penciptanya mendengar dari dirinya langsung. Karena dia yakin Tuhan mendengarkan dari hati tulus kita, bukan karena dari baca captions.

 

At the end of the day, kita emang butuh media sosial, terlepas dari apapun alasannya. Sarah sendiri biar nggak memposting pribadinya tapi dia tetap menggunakan media sosial selain untuk update informasi yang dia butuhkan, dia juga bikin media sosial tentang anjingnya. Sarah menggunakan media sosial secara bijak karena dia tahu media sosial penting, tapi jangan sampe hidup kita malah jadi diatur oleh media sosial. Jangan takut buat ngeletakkin smartphone dan puasa media sosial. Daripada waktu habis untuk menjelajah dunia maya, kenapa waktu kita nggak dihabisin untuk menjelajah dunia nyata dan bertemu orang-orang yang nyata pula.


Foto: Shutterstock   

Related Articles

NGOPI DULU, LALU... SELFIE !

Ngopi cantik demi dapet stock foto yang instagramable banget.

CLICK & DOWNLOAD

Ini beberapa celebrity apps yang worth it untuk kita download bareng-bareng.

NO BAKE CAKE RECIPE

Who doesn’t love cake? But to bake them is another story.

NEW IT COUPLES ALERT

Ada banyak young power couples baru yang seru untuk kita kepoin bareng. Selain Taylor & Calvin, ada siapa lagi ya?

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.