Login

or


Email
Password

Whatsnow

DIET PLASTIK: CARA ASIK KURANGI SAMPAH PLASTIK!

Menurut catatan Greenation Foundation, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik kedua terbesar di dunia setelah Cina, dengan total 187,2 juta ton sampah plastik yang terbuang ke laut. Hal ini jadi bukti kalau habit ‘nyampah’ masyarakat Indonesia masih besar banget!

Kantong plastik itu ibarat love hate relationship buat kita. Di satu sisi, kantong plastik udah lama banget jadi alat yang membantu kita melakukan banyak hal; membungkus belanjaan, jadi peralatan makan dan minum, dan secara nggak langsung udah jadi bagian yang nggak terpisahkan dari kehidupan kita. Rasanya semua jadi mudah dengan bantuan plastik dari segi dan bentuk apapun. Tapi di sisi lain, kita mungkin nggak sadar kalau plastik juga jadi perusak lingkungan dan jadi ancaman buat kehidupan makhluk lain.

 

THE REASONS WHY WE NEED TO REDUCE PLASTICS

Plastik merupakan bahan yang sulit banget untuk terurai, dan butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk sebuah kantong plastik menghilang dari bumi ini. Masih inget dengan posting-an di Twitter yang viral tentang plastik sampah beberapa waktu lalu? Saat itu akun @selfeeani mem-posting bungkus plastik mie Instan dengan tulisan di mana Indonesia masih merayakan kemerdekaan ke 55 (kalau dihitung sampai tahun ini, berarti sampah mie instan tersebut sudah 19 tahun ada di laut dan belum hancur). Ada juga akun @S_Purwadi yang memposting sampah sampo sachet dari tahun 80-an dan sama sekali belum terurai. Tentunya hal ini juga berlaku untuk sampah-sampah plastik lain yang udah digunakan orang-orang, termasuk kita. Kalau dari dulu aja belum terurai, bagaimana dengan sampah yang kita buat sekarang?

Nggak semua plastik itu didaur ulang. Menurut data yang dirilis Greenpeace Indonesia, produksi sampah plastik di Indonesia per tahun mencapai 10,4 juta ton. Dari jumlah tersebut, ternyata sampah yang didaur ulang hanya 1 juta ton atau sekitar 9 persen, dan yang dibakar sekitar 1,2 juta ton atau 12 persen. Dari data tersebut, artinya 8,2 juta ton atau 79 persen sampah plastik nggak berakhir di tempat pendaur ulang, dan tergeletak begitu saja di TPA maupun tempat umum seperti pantai dan lautan.

Sampah-sampah plastik yang dibuang ke laut bisa merusak ekosistem yang ada di dalamnya. Di tahun 2015, seorang profesor teknik lingkungan dari University of Georgia, Amerika Serikat, Jenna Jambeck dan timnya merilis data kalau Indonesia membuang seenggaknya lebih dari 180 juta ton sampah plastik ke laut setiap tahunnya. Tentunya ini bukan nilai yang kecil, apalagi mengingat Indonesia memiliki laut dan biota laut yang kaya.  Di tahun 2018, Greenpeace Indonesia juga melakukan audit sampah plastik di tiga pantai Indonesia, yaitu pantai Kuk Cituis di Tangerang, pantai Pandansari di Yogyakarta, dan pantai Mertasari di Bali. Hasilnya ditemukan 10.594 sampah plastik bekas kemasan produk. Kalau ngeliat kenyataan ini, pastinya sedih banget kalau laut kita harus rusak hanya karena plastik.

Nggak hanya itu, efek sampah plastik juga bisa ‘membunuh’ kita. Semakin banyak plastik yang dibuang ke laut akan mempengaruhi makhluk di dalamnya. Plastik yang nggak terurai dan menjadi kecil-kecil atau yang kita sebut sebagai mikroplastik dikhawatirkan akan termakan oleh spesies laut, mulai dari ikan kecil, dan spesies yang menjadi predator dari ikan-ikan tersebut. Semakin lama dikonsumsi, mikroplastik tersebut akan berubah menjadi racun yang pastinya berpengaruh pada kualitas pangan kita, garam, dan juga air yang kita konsumsi.

 

WHAT THE WORLD DO TO REDUCE PLASTIC WASTE

Bangladesh

Negara ini jadi negara pertama yang memberlakukan larangan total pada kantong plastik pada tahun 2002. Larangan tersebut dikeluarkan oleh pemerintah Bangladesh setelah ditemukannya sampah plastik udah mencemari saluran air dan sistem drainase.

Kenya

Di tahun 2017, Kenya dipuji karena mampu memberlakukan larangan kantong plastik paling keras di dunia. Bahkan, kalau kita membawa tas plastik bisa terkena hukuman berat dan hukuman penjara. Nggak hanya pengguna yang kena hukuman, kalau ada warga Kenya ketahuan memproduksi dan mengimpor kantong plastik, maka pemerintah ngga segan-segan menarik hukuman denda sampai $38.000 atau Rp543 juta, plus hukuman penjara hingga 4 tahun.  Tapi untuk kemasan industri dan kantong sampah dibebaskan dari larangan tersebut.

Eropa

Negara-negara di Eropa udah sepakat untuk memberlakukan larangan 10 jenis sampah plastik, terutama untuk plastik sekali pakai kayak sedotan, piring, alat makan, dan cotton buds pada tahun 2021. Pada saat event London Marathon pun, penyelenggara udah menggunakan kantong air yang terbuat dari rumput laut dan bisa dimakan, buat menghindari sampah botol plastik yang jumlahnya bisa super banyak setelah acara selesai.

Amerika Serikat

Walaupun belum merata, Amerika udah jadi negara yang konsisten untuk terus bersosialisasi untuk mengurangi sampah plastik. Dua wilayah di Amerika Serikat yaitu California dan Hawaii udah melarang penggunaan sampah plastik secara total, dan New York sudah 100% nge-banned pemakaian plastik. Sedangkan di negara lainnya memberlakukan sistem pajak untuk plastik, atau program wajib untuk mendaur ulang sampahnya.

Indonesia

Di negara kita juga udah ada lho kebijakan demi pengurangan sampah plastik. Misalnya di supermarket atau minimarket sekarang diberlakukan peraturan bayar Rp 200 untuk tiap kantong plastik yang dipakai. Sedangkan di wilayah Bogor, pemerintah setempat udah memberlakukan larangan penggunaan kantong plastik. Cool!

 

LET’S START #DIETPLASTIK FROM NOW

Ibarat badan yang obesitas, sampah plastik di Indonesia udah mulai nggak sehat dan memprihatinkan. Dari sinilah, makin banyak gerakan dan kampanye yang mengajak kita untuk berdiet plastik, guna mengurangi penggunaan plastik dan mengubahnya menjadi sampah abadi. Mungkin Banyak dari kita yang mungkin berpikir, apa ngaruhnya kalau cuma kita yang melakukan pengurangan plastik? Oh, jangan salah! Karena semua perubahan berawal dari diri sendiri dan akan menular ke orang-orang sekitar kita kok. Nah, untuk memulai diet plastik, kita bisa lakukan cara-cara gampang berikut ini!

Mulai biasakan membawa pengganti plastikmu sendiri. Mulai dari kantong untuk belanja di minimarket, alat makan yang biasanya mengandalkan plastik sekali pakai, botol minum, dan sebagainya. Nggak harus beli baru lho, kamu bisa cari barang-barang yang ada di rumah untuk dibawa selama beraktivitas. Dengan membawa peralatan sendiri, kita akan terbiasa untuk menghindari penggunaan sampah plastik yang secara nggak sadar suka dilakukan.

Kurangi beli produk yang menggunakan plastik. Pada prakteknya, untuk 100% nggak pakai plastik susah banget untuk diterapkan, apalagi mengingat semua kemasan produk masih banyak banget menggunakan plastik. Kita bisa secara perlahan mengurangi keinginan untuk beli-beli produk yang menggunakan plastik sekali pakai dan beralih ke produk dengan kemasan ramah lingkungan. Misalnya, nggak beli snack kemasan dan menggantinya dengan snack yang dibeli secara kiloan (bulk snacks) dan membawa kemasan sendiri yang ramah lingkungan. Atau bawa minum sendiri ketimbang beli air mineral di luar. Nilai plusnya, kita jadi lebih hemat karena nggak sering jajan.

Perhatikan bahan yang menjadi kemasan dari produk yang kita beli secara detail. Sekarang udah banyak banget produk yang akhirnya meninggalkan plastik, dan menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan sebagai usaha mengurangi sampah plastik dalam skala besar. Salah satunya adalah Softex Hello Kitty yang ikut berkomitmen menjaga kelestarian bumi dengan mengubah individual wrap Softex Hello Kitty Comfort Slim dengan kain non woven, yaitu bahan yang terbuat dari busa polypropylene berbentuk serat panjang yang terikat dan tersusun dengan kuat. Selain lebih ramah lingkungan dan bisa didaur ulang, bahan ini lebih tahan lama, punya daya serap air yang cukup tinggi, lembut, elastis, cukup tahan terhadap api, dan juga punya daya saring terhadap bakteri. 

Buang pada tempatnya. Masalah terbesar pada sampah plastik saat ini adalah pemilahannya yang cukup merepotkan dan kurangnya edukasi masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah yang bisa didaur ulang dan yang nggak. Makanya penting banget untuk memperhatikan dan tau jenis sampah yang kita buang, supaya bisa diletakkan sesuai dengan tempat yang disediakan. Apakah itu organik, non organik, bisa didaur ulang atau nggak, udah banyak tempat sampah yang terpilah untuk memudahkan pemisahan sampah. Tinggal kita sebagai masyarakat ikut peduli untuk menjaga kelestarian lingkungan agar bersih dari sampah plastik. Selamat diet plastik ya!


Foto: Shutterstock

Related Articles

NGOPI DULU, LALU... SELFIE !

Ngopi cantik demi dapet stock foto yang instagramable banget.

CLICK & DOWNLOAD

Ini beberapa celebrity apps yang worth it untuk kita download bareng-bareng.

NO BAKE CAKE RECIPE

Who doesn’t love cake? But to bake them is another story.

NEW IT COUPLES ALERT

Ada banyak young power couples baru yang seru untuk kita kepoin bareng. Selain Taylor & Calvin, ada siapa lagi ya?

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.