Login

or


Email
Password

Whatsnow

KENALAN DENGAN 7 STAFF KHUSUS PRESIDEN DARI KALANGAN MILENIAL

Belum lama ini Presiden Indonesia, Pak Joko Widodo baru aja mengumumkan 14 staff khusus untuk masa jabatan 2019-2024. Nggak tanggung-tanggung, beliau menunjuk 7 orang dari kalangan millenial untuk bergabung di barisan penting tersebut. Siapa aja mereka?

 

APA SIH TUGAS STAF KHUSUS PRESIDEN?

Nggak hanya wakil dan para menteri yang dibutuhkan Presiden untuk membantu membangun negara. Dibutuhkan juga Staf Khusus yang dibentuk untuk memperlancar pelaksanaan tugas Presiden untuk membangun Republik Indonesia.

Nggak cuma asal tunjuk, tugas staf khusus presiden ini sebenarnya udah diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2012 tentang utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden, dan Staf Khusus Wakil Presiden. Di antaranya melaksanakan tugas yang diberikan oleh Presiden, di luar tugas yang tercakup dalam susunan organisasi kementerian dan instansi pemerintah lainnya. Untuk masa pemerintahan Presiden Joko Widodo tahun 2019- 2024, ada tiga gugus tugas yang diberikan oleh para staf khusus, mulai dari komunikasi media massa dari berbagai aspek seperti ekonomi, hukum, politik, dan sosial, lalu gugus kedua terkait komunikasi dengan kelompok-kelompok strategis, serta gugus ketiga yang menjadi teman diskusi Presiden dalam mengembangkan ide-ide segar dan inovasi baru dalam pembangunan negara, serta menjadi jembatan antara Presiden dengan masyarakat.
 

DAFTAR NAMA STAF KHUSUS PRESIDEN DARI GENERASI MILENIAL

Sekilas, tugas mereka terlihat seru sekaligus menantang. Terlebih, bangga banget generasi milenial terpilih untuk ikut dalam tugas kepresidenan. Siapa aja generasi milenial yang terpilih?

 

PUTRI TANJUNG (23 TAHUN)

Nama Putri Tanjung mungkin udah nggak asing buat kebanyakan orang. Ia adalah founder dan CEO dari Creativepreneur Event Creator, acara yang bertemakan kewirausahaan serta anak muda berkonsep milenial. Ia juga merupakan putri sulung pengusaha nasional Chairul Tanjung. Sebelum merambah ke dunia bisnis, cewek bernama lengkap Putri Indahsari Tanjung ini juga pernah magang sebagai Marketing Assistant di MTV Asia pada November dan Desember 2012, lalu menempuh pendidikan sarjana di Academy of Art University, jurusan Multimedia Communication, San Fransisco, AS (2015-2019). Semasa kuliah, Putri juga jadi Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat Academy of Art University San Fransisco (Permias AAU).

Sebagai salah satu staf khusus presiden, Putri mendapat tugas sebagai bagian dari gugus tiga, yaitu memberikan gagasan dan inovasi baru pada Presiden.

 

ADAMAS BELVA SYAH DEVARA (29 TAHUN)

Kamu termasuk salah satu pelanggan aplikasi belajar Ruang Guru? Antara patah hati atau justru bangga, karena founder dan CEO dari perusahaan start up tersebut juga dipilih menjadi salah satu staf khusus Presiden Joko Widodo periode 2019-2024, dan juga mengemban tugas gugus tiga.

Sebelumnya, Belva dan Muhammad Iman Usman mendirikan startup bernama Ruang Guru, aplikasi belajar terkemuka di Indonesia. Dari project ini ia mendapatkan sederet penghargaan, antara lain Promising Southeast Asian Entrepreneurs Under 30 Tahun 2016 dari Tech In Asia, Forbes 30 Under 30 pada 2017. Pada 2018, dia mendapatkan penghargaan ASEAN 40 Under 40 dan dinyatakan sebagai satu dari 40 orang berpengaruh di bawah usia 40 tahun di ASEAN. Dia juga menyabet penghargaan 40 Under 40, The Vanguards tahun 2018 dari Prestige Magazine, karena dianggap sebagai perintis teknologi di Indonesia.

Sebagai pendiri aplikasi belajar, sosok Belva juga ternyata nggak lepas dari pendidikan. Setelah selesai menempuh pendidikan dengan beasiswa di SMA Presiden, ia melanjutkan pendidikan tinggi ke Nanyang Technological University di Singapura. Juga dengan beasiswa, ia menempuh gelar ganda (double degree) untuk jurusan Bisnis dan Ilmu Komputer.

Pengalaman kerja Belva didapat dari magang di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) pada tahun 2011, dan bekerja sebagai konsultan di McKinsey & Company hingga tahun 2013 sebelum melanjukan S2 di Stanford University, California, AS, pada 2013-2015 untuk mendapat gelar MBA (Master of Business Administration). Nggak berhenti sampai di situ, ia juga melanjutkan kuliah dan menyabet gelar MPA (Master of Public Administration) dari Harvard University pada tahun 2014-2016.

 

 ANGKIE YUDISTIA (32 TAHUN)

Walaupun menjadi penyandang difabel tuli, nggak menyurutkan niat Angkie untuk ikut membangun negara Indonesia, menempati posisi Staf Khusus Presiden dnegan tugas gugus satu. Ia merupakan Founder dan CEO dari Thisable Enterprise, sebuah perusahaan dengan misi sosial untuk membantu kaum difabel.

Angkie merupakan lulusan jurusan periklanan di London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, dan meraih gelar master bidang komunikasi pemasaran dari perguruan tinggi yang sama. Nggak hanya akademis, Angkie juga meraih prestasi sebagai finalis Abang None mewakili wilayah Jakarta Barat pada 2008 dan berhasil terpilih sebagai The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008 serta Miss Congeniality dari Natur-e. Di tahun 2010, Angkie terpilih menjadi duta Indonesia pada acara Asia-Pacific Development Center of Disability, dan juga menulis buku berjudul Invaluable Experience to Pursue Dream (Perempuan Tunarungu Menembus Batas) yang diterbitkan pada tahun 2011. Lewat Thisable Enterprise, ia bekerja sama dengan startup Gojek Indonesia untuk mempekerjakan orang-orang dengan disabilitas di Go-Auto dan Go-Glam.
 

 

GRACIA BILLY MAMBRASAR (30 TAHUN)

Cowok asal Serui, Papua ini merupakan pendiri dari Yayasan Kitong Bisa dan juga Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. Mengutip dari pemberitaan Antara, Billy berasal dari keluarga kurang mampu, dengan Ayahnya adalah guru honorer bergaji tak tentu, sedangkan Ibunya berjualan kue di pasar. Tapi pendidikan Billy terbantu karena sejak SMA hingga kuliah dia mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Papua.

Setelah lulus SMA, Billy melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB. Biaya kuliah ditanggung oleh beasiswa afirmasi dan otonomi khusus dari pemerintah. Selama kuliah, Billy melakukan berbagai usaha seperti berjualan kue, bernyanyi di kafe, bahkan sempat ikut kontes bernyanyi Indonesian Idol di tahun 2006. Lulus dari kuliahnya, Billy sempat bekerja di perusahaan minyak asal Inggris.

Ia mendirikan Yayasan Kitong Bisa untuk membantu pendidikan anak-anak Papua kurang mampu ditahun 2009. Kini yayasan tersebut udah punya 9 pusat belajar, 158 sukarelawan, dan juga 1.100 anak didik. Bahkan, sebanyak 20 anak didiknya udah berhasil menempuh pendidikan tinggi di kampus ternama di dunia.

Melanjutkan S2nya, Billy juga menyabet gelar Master of Business Administration (MBA) dari The Australian National University (2013-2014) dan sedang melanjutkan kuliahnya di Oxford, Inggris. Dia juga menyabet gelar Master of Science (MSc) dengan tesis keberlanjutan sosial dalam proyek LNG.

 

AYU KARTIKA DEWI (36 TAHUN)

Sosok Ayu Kartika Dewi yang terpilih menjadi staf khusus presiden ini, merupakan pendiri dari  Gerakan SabangMerauke, sebuah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

Cewek lulusan Universitas Airlangga (Unair) jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi ini berhasil mengantongi berbagai prestasi, terutama di bidang pendidikan. Beberapa di antaranya adalah, skripsinya terpilih untuk mendapatkan Student Grant dari Asian Development Bank, berhasil menjadi presenter terbaik Student Grant seluruh Indonesia, Mahasiswa Berprestasi Peringkat Pertama FE Unair 2 tahun berturut-turut, dan peringkat 4 se-Unair pada 2003. Setelah lulus kuliah, Ayu bekerja di P&G Singapura sebagai Consumer Insights Manager dari 2007 hingga 2010. Ia meninggalkan pekerjaannya untuk bergabung dengan Gerakan Indonesia Mengajar yang diprakarsai oleh Anies Baswedan yang kini menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Saat bergabung, ia merupakan angkatan pertama Indonesia Mengajar dan ditugaskan untuk mengajar tingkat SD di Maluku Utara. Tiga tahun kemudian, ia akhirnya mendirikan SabangMerauke.

Nggak cuma itu, Ayu yang juga mendapat beasiswa Fulbright untuk berkuliah di Duke University, Amerika Serikat dan meraih gelar gelar MBA ini sempat bekerja sebagai Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2015, serta menjadi staf di Unit Kerja Presiden (UKP4).

 

ANDI TAUFAN GARUDA PUTRA (32 TAHUN)

Nama Andi Taufan mulai naik sejak munculnya lembaga keuangan mikro bernama Amartha Mikro Fintek. Yup, ia adalah CEO sekaligus founder dari perusahaan tersebut. Dari inovasinya, peraih gelar  Master of Public Administration dari Harvard Kennedy School ini beberapa kali mendapat penghargaan, seperti Finalis Indonesia MDGs Awards, Finalis IPA Social Innovations and Enterpreneurship (Solve) Award, Penerima SATU Indonesia Award, Finalis Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI), Penerima Ashoka Young Change Makers Awards, dan terakhir Muda Berkarya. Tapi ia nggak serta merta langung jadi pengusaha kok. Sebelum membangun Amartha Mikro Fintek, Andi bekerja di perusahaan multinasional IBM selama dua tahun.

Tujuan Andi membangun Amartha ini adalah karena ingin membantu masyarakat golongan menengah ke bawah, yang saat itu targetnya adalah masyarakat di daerah Ciseeng, Bogor, agar terbebas dari jerat rentenir. Dan kini, dia terpilih menjadi salah satu Staf Khusus Presiden dan mengemban tugas gugus tiga untuk mencari inovasi terbaru untuk negeri.

 

AMINUDDIN MA'RUF (33 TAHUN)

Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga ikut menjadi salah satu dari 7 staf khusus presiden terpilih untuk periode 2019 – 2024, yang bertugas mensukseskan program gugus 2 yaitu menjalin komunikasi dengan kelompok-kelompok strategis. Aminuddin merupakan sarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan melanjutkan S2 di Universitas Trisakti, Jakarta.

Sepanjang prestasinya, Aminuddin pernah terpilih menjadi Ketum PB PMII periode 2014-2016 lewat Kongres Jambi yang berlangsung pada 30 Mei-10 Juni 2014 lalu. Sebelumnya, dia juga menjabat sebagai Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi.

Sebelum akhirnya aktif menjadi staf khusus presiden, Aminuddin Ma'ruf juga merupakan Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), yaitu relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf pada pemilihan Presiden 2019 lalu.


Foto: JPNN.com, IDN Media, Grid.id, Tagar.id, Tech in Asia, Kabarsebelas.com, Suaramerdeka.com, Instagram Ayu Kartika

Related Articles

NGOPI DULU, LALU... SELFIE !

Ngopi cantik demi dapet stock foto yang instagramable banget.

CLICK & DOWNLOAD

Ini beberapa celebrity apps yang worth it untuk kita download bareng-bareng.

NO BAKE CAKE RECIPE

Who doesn’t love cake? But to bake them is another story.

NEW IT COUPLES ALERT

Ada banyak young power couples baru yang seru untuk kita kepoin bareng. Selain Taylor & Calvin, ada siapa lagi ya?

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.