Login

or


Email
Password

Whatsnow

FAKTA RAMADAN YANG MUNGKIN CUMA ADA DI INDONESIA!

Bulan Ramadan pastinya disambut dengan meriah oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia, salah satunya Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, ternyata ada banyak hal unik yang cuma muncul saat bulan Ramadan aja lho! Apa saja?

 

DRAMA PENENTUAN 1 RAMADAN YANG KADANG HASILNYA BISA BERBEDA-BEDA

Foto: dumagz.com

Di Indonesia, penentuan 1 Ramadan yang berbeda-beda kayaknya udah terlihat biasa saja. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan pemahaman yang dianut oleh kelompok-kelompok Muslim tertentu serta perbedaan metode untuk menentukan kapan pastinya 1 Ramadan berlangsung. Dua metode yang paling umum dipakai adalah metode Hisab atau perhitungan, dan juga Rukyat.

Muhammadiyah misalnya, menggunakan metode hisab dengan menetapkan jatuhnya awal Ramadan dan Idul Fitri dengan menghitung posisi Bumi terhadap Matahari dan Bulan secara matematis dan astronomis dengan acuan kalender Hijriah. Sementara kelompok Nahdatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyatul hilal atau rukyat, yang merupakan suatu metode dengan cara mengamati keberadaan hilal. Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan tafsir, sehingga penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal pun kadang bisa jadi berbeda-beda. Tapi walaupun begitu, Kementrian Agama Repiblik Indonesia tetap menggunakan keduanya tanpa memperdepatkan perbedaan demi kerukunan bersama.

 

RUTINITAS KELILING MEMBANGUNKAN SAHUR

Foto: idntimes.com

Merasakan Ramadan di Indonesia mungkin terasa spesial karena banyaknya kebiasaan yang berbeda tiba-tiba muncul selama bulan tersebut. Alih-alih memasang alarm, warga Indonesia senang membuat kebiasaan berkeliling sambil meneriakkan kata sahur untuk membangunkan warga lain yang masih tertidur. Rasanya, kebersamaan jadi terasa banget, karena secara nggak langsung hal ini jadi bentuk kepedulian sesama umat muslim untuk saling ngebangunin sahur, supaya nggak telat atau bangun kesiangan.

 

ADANYA PESANTREN KILAT

Foto: bali.kemenag.go. id

Salah satu kegiatan yang paling kelihatan hanya ada di bulan Ramadan adalah adanya pesantren kilat yang digelar oleh pengajian ataupun sekolah-sekolah sebagai pengganti ekstrakurikuler. Dinamakan pessntren kilat, karena di momen tersebut kita benar-benar mendedikasikan waktu untuk mempelajari agama lebih dalam seperti kegiatan di pesantren, hanya saja dengan waktu yang singkat alias kilat, yaitu selama bulan Ramadan saja. Mungkin kita masih ingat, setelah pelajaran sekolah selesai, siswa siswi SD hingga SMA diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pesantren kilat seperti mengaji, mendengarkan tausiah, tarawih bersama, hingga mengisi buku khusus untuk menceritakan kegiatan Ramadannya selama 30 hari.

 

BANYAKNYA PENJUAL TAKJIL DADAKAN

Foto: beritagar.com

Nah, hal-hal yang muncul di bulan Ramadan juga terjadi nih pada penjual makanan. Momen buka puasa jadi momen yang paling dinanti oleh seluruh umat muslim, dan itulah kenapa banyak dari para pedagang dadakan yang akhirnya mencoba peruntungan dengan menjual berbagai makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Bahkan, yang tadinya bukan berjualan kuliner, tiba-tiba menjadi tukang penjual takjil selama Ramadan. Rasanya, apapun yang dijajakan pedagang terlihat enak dan mengundang selera. Makanan-makanan khas yang jarang dan susah banget ditemui di hari biasa juga bisa mendadak muncul saat bulan puasa tiba, misalnya kolak, lemang, hingga es campur dengan berbagai isian.

 

BEST IFTAR MENU: GORENGAN!

Foto: lintasusaha.com

Ngaku deh, selain minuman es, gorengan jadi salah satu menu buka puasa yang paling diidolakan. Selain karena simpel, gorengan mempunyai porsi yang pas untuk makanan pembuka sebelum akhirnya kita menyantap hidangan berat seperti nasi dan lauk. Tapi sayangnya, walaupun selalu terasa lezat, gorengan bukan makanan yang baik untuk dikonsumsi sering-sering, apalagi untuk berbuka puasa. Soalnya, gorengan memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang rendah karena hanya didominasi oleh kandungan kalori seperti karbohidrat dan lemak sehingga menyebabkan kolesterol. Kalau dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, gorengan justru beresiko memicu penyakit-penyakit seperti jantung, darah tinggi, dan juga stroke.

 

TRADISI MUDIK SEBELUM LEBARAN

foto: medcomdotid

Ketika Hari Raya Idul Fitri udah mulai dekat, mudik juga jadi salah satu tradisi yang melengkapi serunya bulan Ramadan. Rasanya, fenomena mudik Lebaran di Indonesia ini emang unik dan jarang ditemukan di negara lain. Hal ini dikarenakan banyaknya para perantau dari Ibu kota atau kota besar yang berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari lebaran bersama keluarga besar di sana. Buat kamu yang tinggal di Ibu kota dan nggak punya kampung halaman, rasanya momen ini nikmat banget karena nggak akan menemui keramaian dan macet karena padatnya penduduk. Nah baru deh setelah maksimal 2 minggu setelah lebaran, perantau pun kembali ke ibu kota dan juga kota besar, dan nggak jarang mengajak sanak saudara untuk ikut tinggal dan mencari kerja di sana.


Foto: Shutterstock & berbagai sumber

Related Articles

NGOPI DULU, LALU... SELFIE !

Ngopi cantik demi dapet stock foto yang instagramable banget.

CLICK & DOWNLOAD

Ini beberapa celebrity apps yang worth it untuk kita download bareng-bareng.

NO BAKE CAKE RECIPE

Who doesn’t love cake? But to bake them is another story.

NEW IT COUPLES ALERT

Ada banyak young power couples baru yang seru untuk kita kepoin bareng. Selain Taylor & Calvin, ada siapa lagi ya?

Share Article To

Leave a Comment
0 comments
You must be logged in to post a comment.